gravatar

KUMPULAN MAHFUDHOT ISLAM DALAM MUTIARA KATA


v Man jadda wa jadda : barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.
v Man saaro ngalaa darbi washolla : barang siapa yang berjalan pada jalannya niscaya dia akan sampai.
v Jaarib wa laahizh takun ‘arifan : coba dan perhatikanlah niscaya akan tahu.
v Baidhotul yaumi khoirum min dajaajatil qhodi : telur hari ini lebih baik dari pada ayam besok.
v Al-waktu atsmanu min addzahabi : waktu itu lebih baik dari pada emas.
v Lantar jail ayyami lati madhot: tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.
v Khoirul ashaabi man yadulluka ‘alaa khoirin : sebaik-baik teman adalah yang menunjukanmu kepada kebaikan.
v Aafatul ilmi annisyanu: bencana ilmu adalah lupa.
v Al-jadidu ladzid lau kaanal hadiid : yang baru itu enak walaupun terbuat dari besi.
v ‘Adabul mar’I khoirum min dhahabihi : adab seseorang itu lebih baik dari pada emasnya.
v Salaamatul insane fi hifdil lisaani : keselamatan seseorang tergantung pada menjaga lisannya.
v Assobru yuiinu ‘alla kulli amalin : kesabaran niscaya akan menolong setiap pekerjaan,
v Laulal ilmi lakaanan naasu kal bahaaimi : kalau bukan karena ilmu niscaya manusia seperti hewan (tambahan: oleh karena itu manusia mrt aris toteles adalah khayawanun natiqq yakni hewan yang berfikir).
v Unzur ilaa man qilla walaa tantanzhur ilaa man qolla: perhatikanlah apa yang dikatakan, tetapi janganlah melihat siapa yang mengatakan.
v ‘Amiqul qolbi laa syaian fidunnya yarohu illa Allah: dalamnya hati tiada seorangpun didunia mampu melihatnya kecuali melainkan hanya Allah.
v Liqounnas laisa yufidlu syaian, fa aqli min liqoinnas illa al islah : berjumpa manusia tidak memberikan manfaat, maka sedikitkan dari bertemu manusia kecuali untuk perbaikan diri.
v Albakhilu khimaruun muhammalun bi adzahab : orang pelit adalah orang yang mirip keledai yang dimuati dengan emas.
v Attaniy minarrohman wal ‘ajalah minassyaithoon: perbuatan yang berhati-hati berasal dari yang maha pengasih, dan perbuatan yang tergesa-gesa berasal dari syetan.
v Laa tatruk isshodiq wa huma fii dliyq : janganlah kamu tinggalkan kawanmu sedangkan dia dalam kesuliatan.
v Innal al-fataah man yaquulu ha ana dza walaisa al-fatah man yaqulu kaana abii: seorang pemuda/pria sejati adalah yang mengatakan inilah saya (potensinya maksude) dan bukan mengatasnamakan orang tua (bapakny) artinya tidak mengunggulkan babeh gue, emangnya anak babeh yah.
v Haalaaka amruu man lam ya’rif qodrohu : celaka seseorang yang tidak mengetahui keahliannya. Tambahan : oleh karena jahil dibagi dua yakni jahil basith yaitu jahil/orang bodoh yang selalu ingin menangnya sendiri tetapi tidak memakai pikiran, yang kedua jahil murokab yakni orang yang tidak tau tetapi pribadinya sok tahu.
v Al-waktu ka assyaif idza lam yaqto’hu qoto’ka : waktu seperti pedang jika tidak digunakan sebaik-baiknya akan melukai diri kamu sendiri.
v Adfin wujuudaka fii ardzil khumuli, famaa nabata mimmaa lam yudfan laa yatimmu nitaa juhu : pendamlah wujudmu dibumi yang terpendam, karena sesuatu yang tumbuh tanpa ditanam hasilnya tak akan sempurna.
v Annajahu yahtajuu illa quwatil juhd: kejayaan itu memerlukan kekuatan usaha.
v Alkasal laa yuth’imul ‘asal : kemalasan tidak akan memberikan hasil
v Kalamurrojul mizanu ‘qlihi : perkataan pria sejati adalah yang dipertimbangkan oleh akalnya.
v Al-ilmu nuurun, wanurullah la yuhda li al ma’asi : ilmu itu adalah cahaya, cahaya Allah tidak ditunjuki kepada orang yang maksiyat.
v Al-shabru ka al shobrin muruun fi maza’akatihi wa’awakibahu ahla minal ngasali: sabar itu memang pahit, susah untuk melaksanakannya tapi hasil akan lebih manis dari pada madu.
v Khoirul julusin fi zamanin huwa kitabun : sebaik-baik eman sepanjang masa adalah buku.
v Lisanuka asaduka : lisanmu adalah singamu.
v La tusi’ in kunta laa tuhsan : janganlah lagi berbuat jahat kalau berbuat baik saja tidak bias.
v Dzuqtul marorota kullaha walam adzuq asyadda minal faqri : aku telah merasakan semua kepahitan tapi tidak ada yang lebih pahit dari kemiskinan.
v Laisal tiqo’u la yuakhoro bil firooqi, walla kinnal firooqo ‘adatuhu bikasrotiddumu’i: tiada pertemuan yang tidak diakhiri perpisahan, dan biasanya perpisahan itu diiringi dengan air mata.
v Lau kaanal jasadu mutaba’idan lakaanal qulubu mutaqooriban :walau sebetulnya jasad berjauhan tapi hati masih berdekatan.
v Sammul khiyati ma’al ahbabi maidanun : kalau sudah bersama kekasih, lobang jahit itupun seperti tanah lapang.
v Rijjluhu fi turrob wahamatu himmatuhu fissuroya : jadilah kamu seorang laki-laki yang walaupun kakinya menginjak tanah tetapi cita-citanya menjulang tinggi.
v Alhaqqu bilaa nidhoomin qholabahul baathilu bi ndhomin : kebenaran tanpa disiplin akan takluk dengan kebathilan yang berdisiplin.
v Al-ilmu bilaa ‘amalin kasyajari bila tsamarin : ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah.


Filsafat bulan hijriyah
v Muharram berarti larangan/haram untuk berperang.
Tanggal 10 muharram merupakan saat yang mulia dari 10 saat yang dimuliakan oleh Allah, Sembilan lainnya adalah rajab, sya’ban, romadhon, malam lailatul qodar, hari fitri, hari ‘asyar, hari arifah, hari nahar, dan hari jum’at. Disamping itu hari ‘asyuro terjadi peristiwa penting dalam kehidupan 10 nabi.
Sabda nabi dalam HR Bukhori, Qudimannabi SAW almadinata farooal yahuda tasuu yauman ngasuura a faqola ma hada qooluu: hadza yaumun sholihun hadza yaumun najallohu buniya isroiila min ngaduwwihim fashomahu muusa, qoolaa faanaa ahaqqu bimuusa minkum fashomahu waamaro bisiyamihi: ketika nabi saw tiba dimadinah beliau melihat orang-orang yahudi puasa hari ‘Asyura. Nabi saw bertanya hari apakah ini?jawab mereka, hari ini hari yang baik, pada hari ini Allah menyelematkan bani isroil dari musuh-musuh mereka karena itu musa mempuasainya. Sabda nabi : aku akan lebih berhak padamu dengan musa. Karena aku nabi SAW mempuasainya dan menyuruh mempuasanya. HR BUKHORI).
Sedangkan syura dikatakan bulan gawat/sial karena terbunuhnya husyain bin ali yang terjadi pada hari ngasuura dibulan muharram (kitab kuning)
v Shoffar :asluhu asfarun yang berarti kuning. Karena pada bulan itu tanah arab musim gugur dengan menguningnya daun tumbuh-tumbuhan.
v Robi’ul awal berarti musim gugur yang pertama, robi’ dalam bahasa arab berarti gugur.
v Robiul akhir: musim gugur yang kedua.
v Jumadil awal : musim dingin yang pertama, jumad dalam bahasa arab adalah salju.
v Jumadil akhir : musim dingin yang kedua.
v Rojab: adalah cair, arti rojab adalah mencair. Pada bulan ini suhu sudah mendingan normal karena tumbuhan mulai bersemi.
v Sya’ban: berasal dari kata syi’ib yang berarti bukit. karena pada bulan ini penduduk pada pergi kebukit/syi’ib untuk bercocok tanam.
v Romadhon berarti membakar. Karena pada musim ini cuaca panas dan membakar kulit. Oleh karenanya romadhan dijadikan sebagai bulan puasa untuk membakar nafsu.
v Syawal: meningkat panasnya. Artinya bahwa setelah membakar nafsu pada bulan ramadhan maka dibulan syawal hendaknya lebih dibakar nafsu jelek pada manusia.
v Dzulqo’idah : puncak-puncaknya panas. Karena cuaca sangat panas, maka penduduk hanya duduk-duduk dirumah. Artinya bahwa duduk dalam bahasa arab berarti qo’dah.
v Dzulhijah adalah haji. Ritual haji dialksanakan sebelum islam yang ka’bah pada saat jahiliah terdapat 360 patung.

sponsor

sponsor